
Menciptakan motivasi kerja tutor yang positif itu gampang-gampang susah. Dan masalah terkait motivasi kerja ini pasti dihadapi oleh semua pemilik atau pengelola lembaga pendidikan.
Munculnya permasalahan dalam lembaga pendidikan bukan diawali dari murid atau orang tua murid, melainkan dari orang dalam lembaga pendidikan atau organisasi tersebut. Ketika seorang orang tua murid datang dengan harapan layanan kelas satu tapi yang didapatnya adalah layanan kualitas kelas dua atau bahkan kelas tiga, maka jangan harapkan mereka akan datang kembali.
Jalan terbaik untuk memahami orang tua murid atau pelanggan adalah menjadikan anda (pemimpin atau pengelola lembaga pendidikan) sebagai pelanggan anda sendiri. Pengalaman dan penilaian seorang pelanggan dimulai ketika pelanggan tersebut melakukan kontak dengan produk yang anda tawarkan dan pastinya dengan pegawai yang menawarkan produk anda.
Dalam gambaran besarnya, hal ini bisa dilihat sebagai siklus yang berkepanjangan: Kepemimpinan yang baik akan menciptakan ikatan yang baik bagi tutor terhadap lembaga pendidikannya (dan sebaliknya), dan tutor akan memberikan pengalaman bagi pelanggan untuk kemudian terikat dengan produk yang anda tawarkan.
Ada banyak cara untuk menciptakan ikatan yang positif dengan tutor lembaga pendidikan yang pada akhirnya akan menciptakan motivasi kerja positif pula bagi mereka, berikut ini adalah beberapa diantaranya.
Komunikasikan tujuan-tujuan lembaga pendidikan.
Budaya lembaga pendidikan atau organisasi yang baik membutuhkan transparansi dan komunikasi yang baik pula. Tanpa transparansi dan komunikasi yang baik, bagaimana para tutor bisa memahami apa tujuan yang harus mereka gapai.
Komunikasi yang baik dengan semua tutor akan memberikan kesamaan pandangan bagi semua yang terlibat dalam suatu kegiatan. Sehingga kurangnya persiapan atau kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi bisa dihindarkan.
Terima dan berikan masukan secara berkala.
Memberikan kesempatan bagi semua orang yang terlibat dalam lembaga pendidikan atau organisasi untuk saling memberi masukan adalah cara yang efektif untuk meningkatkan ikatan antara tutor dengan lembaga pendidikan. Semakin cepat rentang waktunya (misal: seminggu atau dua minggu sekali) semakin baik, karena isu-isu yang muncul masih relatif segar dan tidak basi.
Dapat anda bayangkan sendiri jika kesempatan untuk memberi masukan dijadwalkan setiap enam bulan sekali. Permasalahan mungkin sudah menjadi lebih parah dan selama itu tutor bisa jadi menjadi tidak nyaman yang beresiko gagal memberikan yang terbaik bagi pelanggan.
Dengarkan tutor anda.
Tutor adalah ujung tombak dari pelayanan yang kita berikan kepada murid dan orang tuanya. Dan tentu motivasi kerja tutor akan memiliki peran penting dalam hal ini. Umumnya mereka melihat dan mengalami apa yang tidak dilihat dan tidak dialamai langsung oleh manajer atau pimpinan lembaga pendidikan.
Mereka ini adalah sumber informasi yang sangat berharga jika anda ingin meningkatkan ikatan dengan murid dan juga walinya. Mintalah pendapat dan masukan dari mereka, dengarkan dan diskusikan bersama tentang apa yang dikatakan oleh mereka.
Rayakan keberhasilan atau pencapaian tertentu.
Ada hal kecil lain yang bisa dilakukan untuk menciptakan ikatan kuat dengan tutor. Coba lakukan sedikit perayaan terhadap suatu keberhasilan yang telah mereka lakukan.
Tidak harus perayaan yang besar dan mewah. Perayaan kecil yang sifatnya personal justru akan menunjukkan bahwa tutor adalah aset penting. Aset yang berperan vital bagi lembaga pendidikan dan mereka sebaiknya mengetahui tentang hal tersebut.
Itulah sedikit gambaran langkah-langkah yang dapat diambil untuk bisa menciptakan ikatan yang positif dengan tutor lembaga pendidikan anda.
Memahami tutor dan menciptakan kondisi kerja yang optimal dengan interaksi yang baik merupakan cara mudah untuk menciptakan motivasi kerja yang positif bagi mereka.
Relatif mudah dan tidak mahal, tapi sangat berpengaruh kepada kelancaran operasional lembaga pendidikan.
Penulis: Wiwit Sandhya Adiguna